Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Undira bersama Guru MIT Taman Cahaya Global School. (Dok. Undira)

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) menerima kunjungan edukatif dari guru dan siswa Madrasah Ibtidaiyyah Terpadu (MIT) Taman Cahaya Global School dalam rangka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 9 Februari 2026 di Kampus Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan dunia komunikasi sejak dini kepada siswa sekaligus memperkuat kompetensi digital para tenaga pendidik melalui pendekatan yang interaktif.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNDIRA, Dr. Novida Irawan, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Kegiatan ini merupakan komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami ingin membuka cakrawala siswa sejak dini bahwa ilmu komunikasi bukan sekadar bicara, tapi tentang kreativitas dan etika. Bagi para guru, kami berharap pelatihan literasi digital ini dapat menjadi bekal tambahan dalam mendampingi anak didik di tengah gempuran arus informasi yang begitu cepat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MIT Taman Cahaya Global School, Muhammad Ridwanulloh, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Universitas Dian Nusantara. Ia menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan langka bagi para siswa untuk melihat langsung fasilitas profesional seperti studio radio dan fotografi. Selain itu, ia berharap kolaborasi ini dapat memotivasi siswa dalam mengeksplorasi bakat mereka serta membantu para guru agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi.

Pengenalan terhadap siswa mengenai laboratorium Prodi Ilkom Undira.

Dalam sesi praktis, para siswa mendapatkan pengalaman belajar di bidang fotografi dan penyiaran radio. Pada sesi fotografi, siswa diperkenalkan dengan teknik dasar pengambilan gambar, sementara pada sesi radio, mereka mencoba langsung menjadi penyiar untuk melatih rasa percaya diri di depan mikrofon.

Bersamaan dengan itu, para guru mengikuti pelatihan literasi digital yang dipandu oleh Anna Nurjanah, M.A. Dalam materinya, ia menekankan peran strategis guru di era informasi.

“Tantangan guru saat ini bukan lagi sekadar mengajar, melainkan menjadi filter informasi bagi siswa. Literasi digital sangat krusial agar guru mampu mengarahkan siswa memanfaatkan gadget untuk hal produktif, sekaligus membentengi mereka dari konten negatif serta penyebaran hoaks,” jelas Anna.

Selain keterampilan teknis, aspek etika digital juga menjadi sorotan utama. Salfhaocta Friemay Aliefiea Putri, M.I.Kom selaku dosen dan pemateri dalam kegiatan tersebut saat memberikan materi literasi digital bagi siswa, memberikan pesan khusus mengenai bahaya cyber bullying.

“Adik-adik harus ingat bahwa apa yang kita tulis di media sosial itu meninggalkan jejak. Menjadi anak yang pintar di dunia digital berarti harus menjadi anak yang baik; jangan gunakan jari kita untuk menyakiti teman. Mari gunakan internet untuk berbagi keceriaan saja,” pesannya.

Dosen, Guru Pembimbing dan Siswa MIT Taman Cahaya Global School.

Sebagai bagian penting dari rangkaian acara yang telah dilakukan sejak awal kegiatan, kedua belah pihak juga melaksanakan prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan antara Program Studi Ilmu Komunikasi UNDIRA dan MIT Taman Cahaya Global School ini menjadi landasan resmi untuk menjamin terciptanya kerja sama tri dharma yang berkelanjutan, mulai dari pendampingan literasi digital hingga pengembangan potensi akademik dan kreatif di masa mendatang. [Rls]