Jakarta – Terdakwa Kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemanker) Immanuel Ebenezer (Noel), yang juga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) mengatakan bahwa KPK diisi oleh ‘bocil’.
”KPK ini kan diisi oleh orang-orang ‘bocil’, bohong, licik, dan liar,” kata Noel di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Senin (2/2).
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Selasa (27/1/2026) mengatakan agar Noel fokus dengan persidangan.
”kami menghimbau kepada terdakwa agar lebih fokus untuk mengikuti persidangan dengan menyampaikan fakta-fakta,” kata Budi.
Menanggapi hal ini, Noel mengatakan bahwa Ia hanya akan mengikuti perintah Pengadilan bukan juru bicara KPK.
Noel bahkan menyinggung Budi sebagai jubir KPK dengan mengatakan bahwa Ia bukan juru bicara melainkan juru nyiyir.
”Yang bisa memerintah saya Pengadilan, bukan juru nyiyir, eh juru nyiyir atau jubir tuh,” ungkapnya.
Selain itu Noel juga sempat mengatakan kata-kata yang tidak pantas saat menanggapi terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang belakangan sering dilakukan KPK.
Noel mengatakan OTT KPK Ia samakan dengan alat kelamin laki-laki dan tindakan tipu-menipu.
”OTT, OTT, sedikit-sedikit OTT, menipu semua,” ujar Noel.
Noel diduga terlibat kasus pemerasan dalam proses pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kemenaker.
KPK menjerat Noel CS dengan Pasal 12 huruf E dan atau Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 64 ayat 1 KUHP, junto pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP.
Noel didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 3,3 miliar dan satu unit kendaraan roda dua, Ducati Scrambler. [IQT]
Terdakwa Korupsi K3 Immanuel Ebenezer Sebut KPK Diisi ‘Bocil’




