Jakarta – Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) menggelar sarasehan di Universitas Paramadina, kampus Cipayung Jakarta Timur.
Sarasehan yang membahas Asta Cita Presiden Prabowo ini berfokus pada poin pertama terkait ideologi Pancasila.
Dalam paparannya Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt. Dr. Jackvelyn Manuputty menegaskan, nilai-nilai Pancasila haruslah diterapkan dalam kehidupan jangan hanya menjadi sebatas bacaan.
”Pancasila bukan sebagai teks yang diam
Melainkan menjadi nilai yang harus dijalani,” kata Jackvelyn di Aula TP Rachmat Universitas Paramadina pada Selasa (27/1).
Ia juga menegaskan Pancasila akan menjadi sebatas teks belaka apabila masyarakatnya tidak bisa menerapkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
”Pancasila menjadi nyata bukan karena negara menggunakannya tetapi karena masyarakat menghidupinya,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Umum Permabudhi, Dr. Philipp K Widjaja membandingkan Pancasila dengan pedoman yang digunakan masyarakat Tiongkok yakni ‘Quotation From Chairman Mao Tse-tung‘ atau ‘buku merah kecil’.
Philipp menilai ada perbedaan yang signifikan dari dua pedoman ini, Pancasila dan buku merah kecil dimana dalam pedoman Tiongkok, merupakan karya dari pemikiran Mao Zedong sedangkan Pancasila bukan hanya hasil karya pemikiran Soekarno.
”Pancasila bukan tulisan Sukarno, Pancasila merupakan kristalisasi keinginan bangsa,” kata Philipp. [IQT]
Sarasehan DN-PIM di Paramadina, Tokoh Lintas Agama Tegaskan Pancasila Harus Dihidupi




