Peneliti BRIN, Siti Zuhro. (foto: Sulindo/Iqyanut Taufik)

‎Jakarta – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro menyampaikan keprihatinannya terhadap eksploitasi hutan yang terjadi di Indonesia, dimana eksploitasi tersebut sampai menimbulkan bencana yang sangat merugikan masyarakat.

‎Menurutnya kegiatan ekploitasi yang berlebihan ini harus segera dihentikan agar dampak negatif terhadap masyarakat bisa berkurang.

‎”Ketika ada bencana yang seperti ini, ekonomi ekstraktif ya istilahnya, ada istilahnya itu eksploitasi yang berlebihan seperti itu, kita mengatakan enough is enough,” kata Siti Zuhro saat ditemui di kawasan Blok M Jakarta Selatan pada Senin (5/1).

‎Peneliti yang akrab dipanggil Wiwi ini juga menilai jika keserakahan terkait ekploitasi alam ini terus dibiarkan maka masyarakat miskin yang akan terkena dampaknya.

‎Ekonomi bagi masyarakat miskin, kata Siti juga akan stagnan dan terus menjadi miskin tanpa peningkatan kesejahteraan bagi mereka.

‎”Kalau itu dikeruk lagi secara serakah, secara serampangan, ya tentu ini akan dampaknya luar biasa lagi. Nggak usah menunggu hujan, dampaknya akan luar biasa,” ucapnya.

‎Lebih lanjut Ia juga menambahkan kerusakan alam yang terjadi di Indonesia itu sudah akumulatif, sudah terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia.

‎Terkait hal ini Siti Zuhro mengatakan bahwa solusi untuk mengembalikan kestabilan alam ini haruslah serius tidak bisa tambal sulam agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjalin.

‎”katakan nanti, public distrust yang tinggi kepada pemerintah. Tentu Pak Prabowo nggak mau berkurang trust dari publik,” ujarnya. [IQT]