Tanggal 5 Januari 1933 menandai dimulainya pembangunan Golden Gate Bridge di San Francisco, Amerika Serikat. Proyek ini menjadi salah satu upaya besar untuk meningkatkan konektivitas wilayah Teluk San Francisco, khususnya menghubungkan Semenanjung San Francisco dengan wilayah selatan Marin County.
Pembangunan jembatan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan akses transportasi yang lebih efisien, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan kawasan di sekitar teluk setelah periode Gold Rush. Dari titik inilah, Golden Gate Bridge mulai dibangun dan kemudian berkembang menjadi salah satu proyek infrastruktur paling bersejarah di Amerika Serikat.
Setelah rampung pada 1937, Golden Gate Bridge langsung mencatat sejarah sebagai jembatan gantung tertinggi dan terpanjang di dunia. Meski rekor tersebut kini telah dilampaui oleh jembatan lain, pesona Golden Gate Bridge tak pernah pudar. Hingga hari ini, ia tetap dikenal sebagai jembatan paling banyak difoto di dunia, dengan keindahan desain dan penataannya yang dianggap nyaris sempurna.
Gagasan pembangunan jembatan ini tak bisa dilepaskan dari konteks sejarah California. Usai periode Gold Rush yang dimulai pada 1849, para spekulan tanah mulai menyadari potensi besar wilayah di utara Teluk San Francisco. Kawasan tersebut dinilai akan memiliki nilai ekonomi tinggi jika memiliki akses langsung ke kota San Francisco. Dari kesadaran inilah, menurut catatan History, muncul rencana awal pembangunan sebuah jembatan yang melintasi selat sempit namun strategis tersebut.
Selat Golden Gate sendiri memiliki lebar sekitar 400 kaki dan berfungsi sebagai pintu gerbang utama menuju Teluk San Francisco. Jembatan yang direncanakan akan membentang di atasnya diharapkan mampu menghubungkan Semenanjung San Francisco dengan ujung selatan Marin County, membuka jalur transportasi baru yang jauh lebih efisien dibandingkan penyeberangan feri.
Meski ide pembuatan jembatan sudah beredar sejak 1896, proposal konkret baru muncul pada 1916. Sosok penting di balik dorongan awal itu adalah James Wilkins, mantan mahasiswa teknik yang bekerja sebagai jurnalis di San Francisco Bulletin.
Wilkins menyerukan pembangunan jembatan gantung dengan bentang mencapai 3.000 kaki, dua kali lebih panjang dari jembatan mana pun yang pernah dibangun saat itu. Namun, ide visioner tersebut diperkirakan membutuhkan biaya fantastis, sekitar 100 juta dolar AS, angka yang dianggap nyaris mustahil pada masa itu.
Tantangan biaya kemudian ditanggapi oleh Michael M. O’Shaughnessy, insinyur kota San Francisco, yang mulai menawarkan rencana tersebut kepada para ahli teknik jembatan. Ia menantang para insinyur untuk membuktikan apakah jembatan sebesar itu bisa dibangun dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Tantangan ini akhirnya diterima oleh Joseph Strauss, seorang insinyur sekaligus sastrawan kelahiran Cincinnati. Strauss dengan penuh keyakinan menyatakan mampu mewujudkan proyek ambisius itu dengan anggaran sekitar 25–30 juta dolar AS, jauh di bawah perkiraan awal.
Namun, janji tersebut tidak datang tanpa risiko. Mengutip Britannica, pembangunan Golden Gate Bridge di bawah pengawasan Strauss menghadapi tantangan alam yang luar biasa. Selat Golden Gate dikenal dengan arus pasang yang kuat, badai yang kerap datang tiba-tiba, serta kabut tebal yang hampir menjadi “penghuni tetap” kawasan tersebut.
Para pekerja juga harus melakukan peledakan batu di bawah permukaan air untuk menanam fondasi jembatan agar mampu bertahan terhadap gempa bumi, ancaman yang selalu menghantui wilayah California.
Kesulitan demi kesulitan itu menuntut pengorbanan besar. Selama empat tahun masa pengerjaan, tercatat 11 pekerja kehilangan nyawa, sebuah angka yang mencerminkan betapa berbahayanya proyek ini, sekaligus betapa mahal harga sebuah kemajuan pada masa itu.
Akhirnya, kerja keras tersebut membuahkan hasil. Golden Gate Bridge resmi dibuka pada 28 Mei 1937, bahkan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Pada hari pertama penyeberangan, sekitar 200 ribu orang melintasi jembatan tersebut, sebuah perayaan publik yang menandai babak baru dalam sejarah San Francisco.
Sejak saat itu, Golden Gate Bridge dengan cepat menjelma menjadi landmark Amerika Serikat dan simbol ikonik kota San Francisco, menghubungkan bukan hanya dua daratan, tetapi juga masa lalu, masa kini, dan cita-cita manusia akan masa depan. [UN]

