Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali menghadirkan denyut kehidupan di setiap masjid. Seusai azan Isya, saf-saf salat tarawih mulai terisi. Anak-anak berlarian di pelataran, para orang tua melangkah tenang membawa sajadah, sementara lantunan ayat suci menggema menembus malam. Masjid bukan sekadar ruang ibadah, melainkan ruang perjumpaan, ruang penguatan iman, sekaligus ruang sejarah yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Namun di balik kemegahan dan ramainya aktivitas Ramadhan hari ini, ada jejak panjang yang membentang ratusan bahkan ribuan tahun ke belakang. Sejumlah masjid di dunia berdiri sebagai saksi awal pertumbuhan Islam, menyimpan kisah hijrah, dakwah, hingga perubahan besar dalam sejarah umat. Dari Jazirah Arab hingga Asia dan Afrika, bangunan-bangunan tua itu tetap kokoh, menjadi pengingat bahwa peradaban ini tumbuh dari fondasi spiritual yang kuat.
Lalu, masjid-masjid mana saja yang tercatat sebagai yang tertua di dunia? Berikut ulasannya.
1. Masjid al-Haram, Mekkah (Arab Saudi)
Masjid ini diyakini sebagai yang paling tua sekaligus terbesar di dunia. Berdiri mengelilingi Ka’bah, bangunan suci yang fondasinya dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Setiap tahun, jutaan Muslim dari berbagai negara memadati kawasan ini untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, termasuk melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah. Keindahannya tak pernah pudar. Pada siang hari, lantai marmer putihnya memantulkan cahaya matahari, sementara pada malam hari, menara-menara tinggi dan lampu-lampu yang berkilauan menciptakan panorama yang mengagumkan.
2. Masjid al-Aqsa, Yerusalem (Palestina)
Terletak di kompleks Al-Haram al-Sharif, masjid ini memiliki makna spiritual yang sangat dalam bagi umat Islam. Di sinilah perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW berakhir sebelum peristiwa Mi’raj. Sejarahnya dapat ditelusuri hingga abad ke-7, meskipun bangunan yang berdiri saat ini sebagian besar berasal dari abad ke-11.
Masjid ini menjadi pusat ibadah harian dan salat Jumat. Selain penting bagi umat Islam, kawasan ini juga memiliki arti religius bagi umat Yahudi sebagai lokasi berdirinya Kuil Raja Salomo yang dihancurkan Romawi pada tahun 70 Masehi.
3. Masjid Quba, Madinah (Arab Saudi)
Masjid Quba memiliki posisi istimewa dalam sejarah Islam. Nabi Muhammad SAW meletakkan batu pertamanya pada tahun 622 Masehi saat pertama kali tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah. Awalnya berada di pinggiran kota, kini masjid ini telah menjadi bagian dari wilayah Madinah yang terus berkembang.
Menurut riwayat, di lokasi inilah Rasulullah SAW bermalam dan menunaikan salat Subuh pada malam pertama kedatangannya, sebelum kemudian mendirikan masjid tersebut.
4. Masjid Nabawi, Madinah (Arab Saudi)
Beberapa bulan setelah pembangunan Masjid Quba, Nabi Muhammad SAW membangun Masjid Nabawi pada tahun yang sama, 622 Masehi. Keistimewaannya terletak pada keterlibatan langsung Rasulullah SAW dalam proses pembangunannya. Beliau ikut mengangkat batu bata bersama para sahabat, mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Kini, Masjid Nabawi menjadi salah satu pusat spiritual terbesar di dunia Islam dan tujuan utama ziarah umat Muslim.
5. Masjid al-Qiblatain, Madinah (Arab Saudi)
Didirikan pada tahun 623 Masehi oleh Sawad bin Ghanam bin Kaab pada tahun kedua Hijrah, masjid ini dikenal sebagai “Masjid Dua Kiblat”. Di tempat inilah wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis di Yerusalem menuju Ka’bah di Mekkah.
Peristiwa tersebut menjadi momen penting dalam sejarah Islam karena menandai perubahan arah salat umat Muslim untuk selamanya.
6. Masjid Huaisheng, Guangzhou (Cina)
Masjid Huaisheng dibangun sekitar tahun 627 Masehi oleh Sa’ad bin Abi Waqas RA, salah seorang sahabat Nabi sekaligus utusan Muslim pertama ke Cina pada masa Dinasti Tang. Kontak awal Islam dengan negeri tersebut berlangsung melalui jalur perdagangan, terutama Jalur Sutra.
Sebagai salah satu masjid tertua di luar Timur Tengah, bangunan ini memiliki nilai sejarah tinggi. Menaranya yang putih dan menjulang menjadi simbol pertemuan peradaban Arab dan Tiongkok melalui perdagangan, pertukaran gagasan, serta penyebaran ajaran Islam.
7. Masjid Jawatha, Al-Ahsa (Arab Saudi)
Masjid Jawatha dibangun pada tahun 628 Masehi oleh suku Abd al-Qais, salah satu kelompok awal yang memeluk Islam. Terletak di wilayah Al-Ahsa, masjid ini telah mengalami sejumlah renovasi sepanjang sejarahnya.
Masjid Jawatha dikenal sebagai masjid kedua dalam sejarah Islam yang digunakan untuk pelaksanaan salat Jumat setelah Masjid Nabawi di Madinah.
8. Masjid Cheraman Juma, Kerala (India)
Masjid tertua di India ini berdiri di Kodungallur. Pendirian masjid ini dikaitkan dengan kisah Raja Cheraman dari Dinasti Chera yang bermimpi melihat bulan terbelah dua. Para pedagang Arab yang datang ke Pelabuhan Muziris menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Sang raja kemudian berlayar ke Mekkah, memeluk Islam, dan wafat dalam perjalanan pulang di Salalah, Oman. Sebelum meninggal, ia meminta sahabatnya untuk kembali ke tanah asalnya. Malik bin Dinar kemudian mendirikan masjid ini atas namanya pada abad pertama Hijriah.
Deretan masjid tersebut bukan hanya bangunan berusia ratusan tahun, melainkan saksi lahir dan berkembangnya peradaban Islam lintas benua. Dari Jazirah Arab hingga Asia Timur dan Afrika Utara, jejaknya menunjukkan bagaimana ajaran Islam menyebar melalui dakwah, hijrah, dan jalur perdagangan.
Di bulan Ramadhan ini, ketika masjid-masjid kembali dipenuhi jamaah untuk salat tarawih, sejarah panjang itu seakan hidup kembali, menghubungkan generasi hari ini dengan masa-masa awal perjalanan Islam di dunia. [UN]