Setiap negara memiliki pasukan elit yang bertugas menjalankan misi-misi berbahaya dengan tingkat kerahasiaan tinggi. Di Indonesia, salah satu pasukan khusus yang memiliki reputasi tangguh dalam operasi maritim adalah Komando Pasukan Katak (Kopaska). Keberanian, ketangguhan, dan dedikasi mereka dalam menjaga keamanan laut Indonesia menjadikan Kopaska sebagai salah satu unit paling disegani di jajaran TNI Angkatan Laut. Tepat pada tanggal 31 Maret, kita memperingati hari lahir Kopaska—sebuah momen untuk mengenal lebih dalam sejarah, peran, serta kontribusi mereka dalam menjaga kedaulatan negara. Bagaimana sejarah pembentukkannya? Mari kita telusuri dalam artikel berikut.
Setiap tanggal 31 Maret, Indonesia memperingati hari lahirnya Komando Pasukan Katak (Kopaska), pasukan elit yang menjadi andalan TNI Angkatan Laut dalam operasi militer khusus di laut. Kopaska pertama kali diresmikan pada 31 Maret 1962, menjadikannya salah satu kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Sejarah Kopaska berawal dari gagasan Presiden Soekarno yang ingin membentuk pasukan khusus guna mendukung Operasi Trikora, sebuah misi strategis untuk merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda. Pada saat itu, Menteri Panglima Angkatan Laut Raden Eddy Martadinata mengadakan latihan khusus secara rahasia. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti seleksi, hanya 12 orang yang berhasil lolos dan menjalani pelatihan intensif. Hingga akhirnya, pada 31 Maret 1962, di kolam renang Senayan, Jakarta, Pasukan Katak resmi didirikan dengan Letkol Laut OP Koesno sebagai komandan pertamanya.
Kopaska memiliki semboyan “Tan Hana Wighna Tan Sirna”, yang berarti “Tidak ada rintangan yang tidak dapat diatasi”. Semboyan ini mencerminkan tekad dan kegigihan pasukan dalam menghadapi berbagai tantangan di medan tugas. Sebagai pasukan khusus, Kopaska memiliki tugas yang tidak ringan.
Mereka bertanggung jawab atas berbagai misi strategis, seperti peledakan dan sabotase bawah air, pengintaian dan infiltrasi perairan musuh, serta operasi anti-teror di laut. Selain itu, Kopaska juga bertugas menyiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar, serta melakukan pengawalan bagi tokoh-tokoh penting negara, termasuk Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.
Dalam sejarahnya, Kopaska telah terlibat dalam berbagai operasi penting, seperti Operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, serta berbagai misi intelijen dan penyelamatan sandera di perairan berbahaya. Keberanian dan keterampilan mereka menjadikan Kopaska sebagai pasukan yang disegani di tingkat nasional maupun internasional.
Setiap peringatan hari lahirnya, Kopaska mengadakan upacara militer di berbagai markas TNI Angkatan Laut. Selain itu, berbagai latihan tempur dan simulasi misi juga dilakukan untuk mengasah keterampilan serta meningkatkan kesiapan operasional prajurit. Momen ini bukan hanya menjadi ajang untuk memperkuat kemampuan militer, tetapi juga untuk mengenang sejarah dan jasa para pendahulu yang telah mengabdikan diri bagi bangsa.
Sebagai garda terdepan pertahanan maritim Indonesia, Kopaska terus menjalankan misi-misi berbahaya dengan dedikasi tinggi. Dengan semangat “Tan Hana Wighna Tan Sirna”, mereka tetap menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan dalam menjaga keamanan perairan Indonesia. [UN]