Memulai investasi membutuhkan perencanaan yang disesuaikan dengan kondisi keuangan, tujuan, dan toleransi risiko masing-masing orang. (Sumber: Pexels)

Investasi menjadi salah satu cara untuk mengembangkan aset dan mempersiapkan kebutuhan finansial masa depan.

Melalui berbagai instrumen investasi, masyarakat dapat mengalokasikan dana dengan harapan memperoleh imbal hasil sesuai jangka waktu dan tingkat risiko yang dipilih.

Bagi pemula, memahami cara berinvestasi menjadi langkah penting sebelum menanamkan modal.

Berikut ini adalah 22 tips investasi untuk pemula

1. Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum mulai berinvestasi, tentukan terlebih dahulu tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Tujuan tersebut dapat berupa mempersiapkan dana pendidikan, membeli rumah, membiayai pernikahan, atau membangun dana pensiun.

Tujuan investasi membantu menentukan jangka waktu penempatan dana dan instrumen yang sesuai.

Investasi untuk kebutuhan jangka pendek memerlukan pertimbangan likuiditas dan kestabilan nilai, sedangkan tujuan jangka panjang perlu memperhitungkan kemampuan menghadapi fluktuasi pasar.

2. Periksa Kondisi Keuangan Pribadi

Calon investor perlu memahami kondisi finansial sebelum mengalokasikan uang untuk investasi.

Periksa jumlah penghasilan, pengeluaran rutin, tabungan, serta kewajiban pembayaran utang.

Dana investasi sebaiknya berasal dari alokasi yang tidak mengganggu kebutuhan pokok dan kewajiban finansial.

Perencanaan ini membantu menentukan jumlah modal yang dapat ditempatkan tanpa mengganggu arus kas sehari-hari.

3. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat diperlukan untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak.

Dana ini sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang relatif rendah risiko dan mudah dicairkan.

Jumlah dana darurat perlu disesuaikan dengan pengeluaran rutin, tanggungan, dan kondisi pekerjaan.

Dengan demikian, kebutuhan mendesak tidak harus dipenuhi melalui pencairan investasi yang mungkin sedang mengalami penurunan nilai.

4. Pertimbangkan Penyelesaian Utang Berbunga Tinggi

Utang berbunga tinggi dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk menyisihkan uang dan membangun aset.

Karena itu, perhitungkan kewajiban pembayaran utang sebelum menentukan alokasi investasi.

Bandingkan beban bunga dengan kemampuan keuangan dan potensi hasil investasi.

Pembayaran utang berbunga tinggi dapat menjadi prioritas finansial, terutama apabila beban bunganya terus bertambah.

5. Kenali Profil Risiko Investasi

Profil risiko menggambarkan tingkat toleransi seseorang terhadap kemungkinan kerugian dalam investasi.

Secara umum, profil investor dikelompokkan menjadi konservatif, moderat, dan agresif.

Investor konservatif cenderung mengutamakan kestabilan nilai dan memiliki toleransi rendah terhadap penurunan investasi.

Investor moderat bersedia menghadapi fluktuasi dalam batas tertentu, sedangkan investor agresif memiliki toleransi lebih tinggi terhadap perubahan nilai aset.

Penentuan profil risiko perlu mempertimbangkan kondisi keuangan, pengalaman investasi, tujuan, dan kemampuan menghadapi kerugian.

Pemilihan instrumen sebaiknya disesuaikan dengan profil tersebut.

6. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Jangka waktu investasi perlu disesuaikan dengan kapan dana akan digunakan.

Kebutuhan jangka pendek memerlukan perhatian terhadap likuiditas dan risiko perubahan nilai, sedangkan investasi jangka panjang memberikan ruang lebih besar untuk menghadapi fluktuasi pasar.

Investor juga perlu memahami ketentuan pencairan setiap produk.

Beberapa instrumen dapat dicairkan atau dijual kapan saja selama memenuhi ketentuan transaksi, sedangkan produk lainnya memiliki jangka waktu dan persyaratan pencairan tertentu.

Adapun jenis investasi yang perlu dikenal pemula adalah reksa dana, saham, emas, Surat Berharga Negara (SBN), dan deposito.

7. Mulai dengan Modal Sesuai Kemampuan

Pemula tidak harus langsung menginvestasikan dana dalam jumlah besar.

Tentukan nominal investasi berdasarkan kondisi keuangan dan ketentuan minimum pembelian setiap produk.

Beberapa instrumen investasi memungkinkan pembelian dengan nominal relatif terjangkau.

Namun, investor tetap perlu memperhitungkan biaya transaksi dan ketentuan produk sebelum memulai.

8. Gunakan Uang Dingin untuk Investasi

Uang dingin merupakan dana yang telah dialokasikan untuk investasi dan tidak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam waktu dekat.

Hindari menggunakan dana kebutuhan pokok, dana darurat, biaya pendidikan, atau uang pinjaman untuk membeli aset berisiko.

Penggunaan dana pinjaman dapat menambah beban keuangan ketika investasi mengalami kerugian.

9. Lakukan Investasi Secara Konsisten

Sisihkan dana investasi secara rutin sesuai kemampuan keuangan.

Investor dapat menetapkan jadwal pembelian berkala, misalnya setiap bulan, untuk membangun kebiasaan investasi.

Salah satu strategi yang dikenal adalah dollar-cost averaging (DCA), yaitu menginvestasikan nominal dana yang relatif tetap secara berkala tanpa bergantung pada perubahan harga dalam setiap periode pembelian.

Strategi tersebut membuat investor membeli aset pada berbagai tingkat harga.

Namun, DCA tidak menjamin keuntungan dan tidak menghilangkan risiko penurunan nilai investasi.

10. Terapkan Diversifikasi Portofolio

Diversifikasi merupakan strategi menyebarkan dana ke beberapa instrumen atau aset untuk mengurangi ketergantungan terhadap kinerja satu investasi.

Investor dapat mempertimbangkan kombinasi instrumen sesuai tujuan keuangan, jangka waktu, dan profil risiko.

Namun, diversifikasi tidak menghilangkan seluruh risiko, terutama ketika beberapa aset mengalami penurunan secara bersamaan akibat kondisi pasar.

11. Perhatikan Biaya Investasi

Setiap instrumen dapat memiliki biaya yang berbeda.

Biaya tersebut dapat berupa biaya transaksi, biaya pengelolaan, administrasi, pajak, serta biaya pencairan atau penjualan kembali.

Pada reksa dana, misalnya, investor perlu memeriksa biaya pembelian (subscription fee), penjualan kembali (redemption fee), dan pengalihan unit penyertaan (switching fee) apabila diberlakukan.

Perhitungan biaya penting dilakukan karena dapat memengaruhi keuntungan bersih yang diterima investor.

12. Pelajari Dokumen dan Ketentuan Produk

Sebelum membeli produk investasi, baca dokumen informasi yang diterbitkan oleh penyedia layanan.

Pada reksa dana, dokumen yang perlu dipelajari mencakup prospektus dan fund fact sheet.

Untuk saham, investor dapat memeriksa laporan keuangan, keterbukaan informasi, dan laporan tahunan perusahaan.

Sementara itu, calon pembeli SBN perlu membaca memorandum informasi yang diterbitkan untuk setiap seri.

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai kebijakan investasi, komposisi aset, risiko, biaya, mekanisme transaksi, dan ketentuan pencairan.

13. Jangan Mengambil Keputusan Berdasarkan Tren

Hindari membeli saham, reksa dana, atau aset lainnya hanya karena sedang ramai dibicarakan di media sosial atau direkomendasikan influencer.

Popularitas suatu produk tidak menjamin legalitas, keamanan, ataupun potensi keuntungannya.

Investor perlu memeriksa informasi yang tersedia dan memahami alasan di balik keputusan pembelian.

14. Miliki Ekspektasi Keuntungan yang Realistis

Investasi tidak menjamin keuntungan dalam waktu singkat.

Setiap instrumen memiliki potensi imbal hasil dan risiko yang berbeda.

Penawaran keuntungan besar dalam waktu singkat perlu diperiksa secara cermat, terutama jika disertai klaim bahwa investasi tidak memiliki risiko.

Hindari mengambil keputusan berisiko tinggi hanya karena ingin memperoleh keuntungan secara cepat.

15. Evaluasi Portofolio Secara Berkala

Evaluasi portofolio diperlukan untuk memeriksa perkembangan investasi dan kesesuaiannya dengan tujuan keuangan.

Peninjauan dapat mempertimbangkan perubahan kondisi keuangan, jangka waktu investasi, profil risiko, serta perkembangan instrumen yang dimiliki.

Penurunan harga dalam jangka pendek perlu dianalisis berdasarkan kondisi aset sebelum investor memutuskan untuk menjualnya.

16. Terapkan Prinsip 2L: Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebagai pedoman untuk mengenali penawaran investasi yang patut dicurigai.

Legal berarti perusahaan atau pihak yang menawarkan produk memiliki izin dari regulator yang berwenang sesuai kegiatan usahanya.

Calon investor perlu memeriksa legalitas perusahaan dan memastikan izin tersebut sesuai dengan produk yang ditawarkan.

Logis berkaitan dengan kewajaran keuntungan yang dijanjikan.

Penawaran imbal hasil sangat tinggi dalam waktu singkat, terlebih jika disertai jaminan keuntungan tanpa risiko, perlu diwaspadai.

17. Waspadai Skema Money Game

Money game merupakan salah satu modus penipuan yang mengandalkan setoran atau perekrutan anggota baru untuk membayar keuntungan kepada anggota sebelumnya.

Skema ini tidak memiliki sumber pendapatan produktif yang memadai untuk menopang pembayaran keuntungan.

Ketika aliran dana dari anggota baru terhenti, skema tersebut berisiko mengalami kegagalan pembayaran.

Karena itu, periksa sumber keuntungan yang ditawarkan dan pahami mekanisme bisnis atau investasi sebelum menyetorkan uang.

18. Periksa Identitas Perusahaan dan Pihak Penawar

Waspadai penawaran yang menggunakan nama, logo, atau identitas perusahaan resmi tanpa izin.

Modus impersonation dilakukan dengan meniru identitas perusahaan berizin untuk meyakinkan calon korban.

Pemeriksaan perlu dilakukan melalui situs web dan saluran komunikasi resmi perusahaan.

Pastikan informasi mengenai izin usaha, produk, dan rekening tujuan transaksi sesuai dengan keterangan penyedia layanan.

19. Jangan Mudah Percaya pada Testimoni dan Promosi

Testimoni investor, tangkapan layar keuntungan, jumlah pengikut media sosial, serta rekomendasi influencer tidak dapat dijadikan bukti bahwa suatu investasi legal atau aman.

Informasi promosi perlu diverifikasi melalui regulator dan penyedia produk terkait.

Investor juga perlu berhati-hati terhadap tekanan untuk segera menyetorkan dana karena adanya klaim kesempatan investasi terbatas.

20. Baca Ketentuan Sebelum Menyetorkan Uang

Pelajari seluruh dokumen investasi sebelum melakukan transaksi.

Perhatikan sumber keuntungan, mekanisme pengelolaan dana, risiko, biaya, ketentuan pencairan, serta hak dan kewajiban investor.

Apabila terdapat informasi yang tidak jelas, mintalah penjelasan kepada perusahaan atau regulator terkait sebelum mengambil keputusan.

21. Lindungi Data Pribadi dan Informasi Perbankan

Jangan memberikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak lain, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas perusahaan investasi atau bank.

Gunakan aplikasi, situs web, dan saluran transaksi resmi untuk mengurangi risiko penyalahgunaan informasi keuangan.

Periksa kembali rekening tujuan sebelum melakukan transfer dana.

22. Ketahui Saluran Pengaduan Investasi dan Penipuan

Masyarakat yang menemukan penawaran investasi mencurigakan dapat menghubungi OJK melalui Kontak 157 atau menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan resmi.

Jika mengalami penipuan transaksi keuangan, korban dapat melaporkannya melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan kepolisian.

IASC mendukung penanganan penipuan keuangan, termasuk upaya percepatan pemblokiran rekening yang dilaporkan.

Korban sebaiknya segera membuat laporan agar proses penelusuran transaksi dapat dilakukan.

Pemblokiran rekening maupun pengembalian dana tidak dapat dijamin karena bergantung pada hasil penanganan dan ketersediaan dana yang dapat diamankan. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan aktifkan notifikasinya agar tidak ketinggalan informasi terbaru.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I