Menghadapi interview kerja pertama bisa menjadi tantangan bagi fresh graduate dan pencari kerja pemula.
Kandidat perlu mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan rekruter, menjelaskan keterampilan yang dimiliki, dan menunjukkan kesesuaian dengan posisi yang dilamar.
Berikut 18 tips menghadapi interview kerja pertama agar lebih siap menjalani proses rekrutmen.
1. Riset Perusahaan Sebelum Interview
Salah satu persiapan interview kerja yang penting adalah mempelajari segalanya tentang perusahaan yang dilamar.
Perhatikan pula visi, misi, atau nilai perusahaan jika informasi tersebut tersedia.
Pengetahuan ini membantu Anda menjawab pertanyaan seperti “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?” dan “Mengapa Anda tertarik bekerja di sini?” dengan lebih spesifik.
2. Pahami Job Description dan Kualifikasi Pekerjaan
Baca kembali deskripsi pekerjaan (job description) untuk memahami tanggung jawab, kualifikasi, dan keterampilan yang dibutuhkan.
Pastikan persyaratan itu sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kemampuanmu.
3. Pelajari Kembali CV dan Dokumen Lamaran
Rekruter bisa saja bertanya tentang pendidikan, pengalaman magang, organisasi, proyek, dan skill yang tercantum dalam CV.
Karena itu, pastikan kamu mampu menjelaskan informasi yang relevan dengan posisi yang dilamar.
4. Pelajari Pertanyaan Interview Kerja yang Umum
Menyiapkan jawaban untuk pertanyaan interview kerja dapat membantumu menyampaikan informasi secara lebih terarah.
Pertanyaan yang diajukan dapat berbeda menurut perusahaan, posisi, dan tahap seleksi.
Pahami inti jawaban yang ingin disampaikan agar kamu dapat menyesuaikannya dengan pertanyaan pewawancara.
5. Gunakan Metode STAR untuk Menjawab Pertanyaan Interview
Metode STAR dapat membantumu menjawab pertanyaan berbasis pengalaman secara terstruktur.
Teknik ini berguna ketika rekruter meminta contoh tentang cara menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, atau menghadapi tantangan.
STAR merupakan singkatan dari empat tahap berikut:
• Situation (Situasi): Jelaskan latar belakang kejadian atau masalah yang dihadapi.
• Task (Tugas): Terangkan tanggung jawab atau target yang perlu dicapai.
• Action (Tindakan): Uraikan langkah yang Anda lakukan.
• Result (Hasil): Sampaikan hasil dari tindakan tersebut.
6. Berlatih Menjawab Pertanyaan Interview
Lakukan simulasi interview bersama teman, mentor, atau orang yang memiliki pengalaman rekrutmen.
Latihan ini dapat membantumu membiasakan diri menjawab pertanyaan secara lisan.
Kamu juga dapat merekam latihan menggunakan ponsel untuk mengevaluasi kejelasan jawaban, cara berbicara, dan penggunaan kata-kata pengisi seperti “eee” atau “anu”.
Mintalah masukan mengenai jawaban yang terlalu panjang atau belum menjawab inti pertanyaan.
Yang paling penting, hindari menghafal seluruh jawaban kata demi kata karena pertanyaan aktual dapat disampaikan dengan susunan berbeda.
7. Siapkan Pakaian, Dokumen, dan Perangkat Interview
Kenakan pakaian yang rapi dan sesuai arahan perusahaan.
Jika perusahaan memberikan ketentuan berpakaian, ikuti arahan tersebut.
Siapkan CV, portofolio, dan dokumen tambahan jika diminta.
Untuk interview online, periksa koneksi internet, kamera, mikrofon, perangkat, dan aplikasi yang digunakan.
Pastikan lingkungan sekitar cukup tenang agar percakapan dapat berlangsung dengan baik.
8. Periksa Jadwal dan Lokasi Wawancara
Pastikan tanggal, jam, alamat, atau tautan pertemuan sesuai dengan informasi dari rekruter.
Jika interview dilakukan secara offline, perhitungkan jarak dan waktunya.
9. Perkenalkan Diri secara Jelas dan Profesional
Ketika diminta memperkenalkan diri, sampaikan nama, latar belakang pendidikan atau pekerjaan, serta pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Susun perkenalan secara ringkas dan terarah. Anda dapat memilih pengalaman yang paling relevan untuk membantu rekruter memahami latar belakang dan kemampuan yang dimiliki.
10. Jawab Pertanyaan Interview secara Terstruktur
Dengarkan pertanyaan sampai selesai sebelum menjawab.
Jika belum memahami maksud pertanyaan, mintalah pewawancara mengulangi atau memperjelasnya.
Sampaikan inti jawaban terlebih dahulu, kemudian tambahkan penjelasan atau contoh yang relevan.
Hindari jawaban berputar-putar karena akan membuat rekruiter kesulitan memahami informasi utama.
Jika membutuhkan waktu untuk berpikir, ambil jeda singkat sebelum menjawab.
11. Tunjukkan Kemampuan Meski Belum Memiliki Pengalaman Kerja
Fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja formal dapat menjelaskan keterampilan melalui kegiatan akademik, organisasi, kepanitiaan, pelatihan, atau proyek pribadi.
Misalnya, proyek kelompok dapat menjadi contoh pengalaman bekerja dalam tim.
Kegiatan kepanitiaan dapat menunjukkan keterampilan komunikasi dan koordinasi, sedangkan proyek pribadi dapat memperlihatkan penerapan keterampilan teknis.
Pilih pengalaman yang benar-benar pernah dijalani.
12. Jelaskan Kelebihan dan Kekurangan Diri dengan Jujur
Saat menjawab pertanyaan tentang kelebihan, pilih kemampuan yang relevan dengan pekerjaan dan berikan contoh jika memungkinkan.
Untuk pertanyaan mengenai kekurangan, sampaikan hal yang nyata dan jelaskan upaya perbaikan yang sedang atau sudah dilakukan.
13. Perhatikan Bahasa Tubuh saat Interview
Bahasa tubuh merupakan salah satu aspek komunikasi selama wawancara kerja.
Gunakan postur tubuh yang nyaman dan profesional, lakukan kontak mata secara wajar, dan dengarkan pewawancara dengan saksama.
Hindari membuat gerakan berulang yang dapat mengganggu konsentrasi.
Jika interview dilakukan secara online, pastikan wajah terlihat dan suara terdengar dengan jelas.
14. Atasi Rasa Gugup saat Interview Kerja
Merasa gugup ketika menghadapi interview wajar terjadi, terutama saat Anda belum terbiasa dengan proses wawancara profesional.
Persiapan materi dan latihan menjawab pertanyaan dapat membantu Anda menghadapi situasi tersebut.
Ketika merasa tegang, ambil napas perlahan dan beri jeda singkat untuk menyusun jawaban.
15. Siapkan Pertanyaan untuk Rekruter
Pada akhir wawancara, rekruter mungkin memberikan kesempatan kepada kandidat untuk bertanya.
Gunakan kesempatan ini untuk memahami tanggung jawab pekerjaan dan proses seleksi.
Pilih pertanyaan yang belum terjawab melalui deskripsi pekerjaan atau penjelasan selama interview.
16. Akhiri Interview dengan Sopan
Sebelum wawancara berakhir, ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan.
Jika masih berminat dengan posisi tersebut, Anda dapat menyampaikan kembali ketertarikan secara singkat.
Perhatikan informasi mengenai tahapan seleksi berikutnya.
Jika rekruter menyebutkan perkiraan waktu pengumuman, catat jadwal tersebut sebagai acuan untuk tindak lanjut.
17. Evaluasi Hasil Interview
Setelah wawancara selesai, catat pertanyaan yang sulit dijawab, bagian yang sudah disampaikan dengan baik, dan keterampilan yang perlu dikembangkan.
Evaluasi ini dapat membantu Anda mempersiapkan diri untuk wawancara berikutnya.
18. Lakukan Follow-Up Setelah Interview
Jika tersedia kontak yang sesuai, sampaikan pesan singkat dan sopan yang merujuk pada wawancara yang telah berlangsung.
Jika perusahaan memberikan jadwal pengumuman, tunggu hingga waktu tersebut berlalu sebelum menanyakan perkembangan seleksi.
Apabila belum ada kabar, Anda dapat mengirim pertanyaan singkat mengenai status lamaran tanpa mendesak rekruter.
Setiap interview memberikan kesempatan untuk memahami kebutuhan perusahaan dan mengenali hal-hal yang masih perlu dikembangkan.
Gunakan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi dalam merencanakan langkah karier selanjutnya. [BP]
Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia agar kamu tidak ketinggalan artikel menarik dan bermanfaat lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I





