Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirimkan Curriculum Vitae (CV) saat akan melamar kerja.
Pengecekan akhir ini penting agar CV ATS-friendly yang sudah dibuat bisa dibaca oleh recruiter tanpa masalah teknis.
Berikut ini 12 hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirim CV.
1. Jangan menaruh informasi penting hanya dalam gambar
Pastikan informasi penting berupa teks yang dapat dipilih dan disalin.
Jangan menjadikan pengalaman, skill, atau informasi kontak sebagai bagian dari gambar.
2. Letakkan informasi kontak di bagian utama CV
Nama, email, nomor telepon, dan informasi kontak penting sebaiknya dapat ditemukan dengan jelas di bagian atas CV dan tidak hanya bergantung pada elemen desain tertentu.
3. Hindari menaruh informasi penting di header dan footer
Sebagian ATS dapat mengalami kesulitan dalam membaca informasi yang ditempatkan di header atau footer.
Karena itu, informasi penting sebaiknya tetap berada di area utama CV.
4. Gunakan format tanggal yang konsisten
Pilih satu format tanggal dan gunakan secara konsisten di seluruh CV.
Misalnya, “January 2025 – September 2026” atau “Jan 2025 – Sep 2026”.
Yang terpenting adalah formatnya jelas dan konsisten.
5. Gunakan format file sesuai instruksi lowongan
Perhatikan format file yang diminta perusahaan.
Jika perusahaan meminta PDF, kirim PDF.
Jika meminta DOCX, kirim DOCX. Ikuti instruksi yang tercantum dalam lowongan.
6. Jika tidak ada instruksi, gunakan DOCX atau PDF berbasis teks
Tidak ada satu format file yang dijamin cocok untuk semua ATS.
DOCX maupun PDF berbasis teks dapat digunakan oleh banyak sistem modern, tetapi kompatibilitas dapat berbeda tergantung sistem yang digunakan perusahaan.
7. Pastikan PDF memiliki text layer
Jika menggunakan PDF, pastikan teks di dalamnya dapat dipilih dan disalin.
PDF yang hanya berupa gambar atau hasil scan dapat menyulitkan ATS dalam membaca isi CV.
8. Gunakan nama file CV yang profesional
Gunakan nama file yang sederhana dan jelas, misalnya “Nama_Lengkap_CV.pdf” atau “Nama_Lengkap_Resume.docx”.
Hindari nama file seperti “CV_final_baru_fix2.pdf”.
9. Periksa hasil parsing CV
Setelah CV selesai, coba salin seluruh teks dan tempelkan ke plain-text editor seperti Notepad.
Periksa apakah urutan informasi, heading, tanggal, dan bullet points tetap terbaca dengan benar.
10. Jangan mengandalkan keyword secara berlebihan
Membuat CV ATS-friendly bukan berarti memasukkan sebanyak mungkin keyword.
Gunakan keyword yang benar-benar relevan dan tempatkan secara natural dalam summary, skills, pengalaman, proyek, dan pencapaian.
11. Pastikan CV tetap mudah dibaca manusia
ATS bukan satu-satunya pihak yang akan membaca CV.
Recruiter tetap perlu memahami pengalaman dan kemampuanmu.
Karena itu, CV harus memiliki struktur yang jelas, bahasa yang natural, dan informasi yang mudah dipahami.
12. Jangan menganggap ada format yang dijamin lolos semua ATS
Setiap ATS dapat memiliki kemampuan parsing dan proses screening yang berbeda.
Tidak ada format CV yang bisa menjamin pasti lolos semua sistem.
Tujuannya adalah membuat CV mudah dibaca mesin sekaligus nyaman dibaca recruiter.
Dengan melakukan pengecekan terakhir, kamu dapat memastikan CV ATS-friendly tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga siap digunakan untuk melamar pekerjaan. [BP]
Dapatkan lebih banyak konten informatif dan tips praktis dengan follow channel WhatsApp Koran Sulindo.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I





