Jakarta – Duta Besar (Dubes) Iran, Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Iran telah menjadi pengawas utama keamanan di Selat Hormuz selama ratusan tahun dan tidak ingin ketidakamanan terjadi di sana.
Boroujerdi menyatakan bahwa upaya membuat Selat Hormuz tidak aman merupakan skenario rezim Zionis dan Amerika Serikat.
”Ini merupakan upaya dari rezim zionis dan Amerika Serikat untuk membuat ketidakamanan di Selat Hormuz dan menyerang integritas Iran,” kata Boroujerdi pada konferensi pers di kediaman Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Senin (02/03),
Boroujerdi juga mengkritik upaya Amerika Serikat dan Israel untuk mengganggu keamanan di Selat Hormuz, termasuk pengiriman kapal-kapal induk ke wilayah tersebut.
“Apabila mereka mengharapkan keamanan bagi Selat Hormuz dan wilayah di sana, tentu keamanan dan kenyamanan ini harus berlaku untuk setiap negara yang berada di sana, jika mereka ingin aman kami pun sama,” tambahnya.
Boroujerdi mengingatkan bahwa Iran tidak akan membiarkan upaya gangguan keamanan di Selat Hormuz dan akan mempertahankan integritas dan kedaulatannya.
Amerika bersama Israel pada sabtu (28/2/2026) kemarin melancarkan serangan rudal ke wilayah Teheran, Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Selain Khamenei, serangan tersebut juga menewaskan beberapa pejabat tinggi Iran, termasuk Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh.
Ratusan warga sipil juga menjadi korban dari serangan tersebut karena rudal yang diluncurkan mengenai sebuah sekolah.
Tak lama setelah serangan AS dan Israel, Iran meluncurkan serangan balasan yang mentargetkan pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di wilayah Timur Tengah.
Sejumlah laporan menyebutkan, kepulan asap disertai suara dentuman terdengar diberbagai negara teluk seperti, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait dan Irak. [IQT]