ganjil genap-kumparan
Ilustrasi/kumparan.com

Koran Sulindo — Sebanyak 161 pengendara roda empat diberikan sanksi berupa teguran karena melanggar aturan ganjil genap pada hari pertama diberlakukan kembali aturan pada 3 Agustus 2020.

Pelanggar ganjil-genap di hari pertama banyak terjadi pada pagi hari tercatat ada 94 pengendara, sisanya 67 kendaraan kena tegur di sore hari.

Adapun alasan terbesar para pengendara melanggar ganjil-genap karena tidak tahu aturan tersebut diberlakukan kembali setelah hampir tiga bulan ditiadakan.

“Kebanyakan bilang belum tau kalau ganjil genap diberlakukan lagi,” kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Selatan Budi Setiawan, Selasa (4/8/2020).

Budi mengatakan, selama tiga hari sejak 3 Agustus 2020, pihaknya telah mengintensifkan menyosialisasikan aturan ganjil-genap kepada pengendara khususnya di tujuh ruas jalan di Kota Jakarta Selatan.

Budi melanjutkan, terdapat tujuh ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan yang diberlakukan ganjil-genap, yakni Jalan MT Haryono, Jalan Sudirman, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati, Jalan Rasunan Said dan Jalan Gatot Subroto.

“Setiap hari kita kerahkan 80 personel terbagi dua shift untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan pagi serta sore,” kata Budi.

Selain menempatkan anggota di ruas jalan yang menjadi kawasan ganjil-genap, sosialisasi juga dilakukan lewat media sosial yang dimiliki Sudin Perhubungan Kota Jakarta Selatan dan Pemkot Jakarta Selatan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan aturan ganjil-genap mulai 3 Agustus 2020. Aturan ganjil-genap ini kembali diberlakukan saat masa pembatasan sosial berskala besar transisi perpanjangan.

Di seluruh wilayah DKI Jakarta terdapat 25 ruas jalan yang diterapkan aturan ganjil genap pada Senin-Jumat bagi kendaraan roda empat.

Pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional aturan tersebut tidak diberlakukan. Aturan ini diterapkan pada jam tertentu, yakni pagi hari pukul 06.00-10.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-21.00 WIB. [WIS]