Ilustrasi nuklir Pakistan [Istimewa]

Koran Sulindo – Perkembangan kekuatan nuklir Pakistan kini benar-benar menjadi kekhawatiran bagi India dan negara-negara lain di dunia. Pasalnya, hulu ledak nuklir negara tersebut meningkat tajam antara 220 hingga 250 pada 2025.

Tentu saja peningkatan itu membetot perhatian “dunia” terutama Amerika Serikat (AS). Karena peningkatan hulu ledak nuklir itu, Pakistan diperkirakan menjadi negara dengan kekuatan nuklir terbesar ke-5 di dunia. Informasi ini seperti yang dilaporkan RT.com merujuk kepada sebuah studi terbaru bagian dari proyek Nuclear Information.

Proyeksi dari Federation of American Scientist jauh melebihi dari yang dibuat Badan Pertahanan Intelijen AS pada 1999 yang menyebut Pakistan memiliki 60 hingga 80 hulu ledak pada 2020. Merujuk kepada hasil terbaru itu, maka bisa dipastikan Pakistan akan menjadi negara dengan kekuatan nuklir ke-5 di dunia.

Meningkatnya kekuatan nuklir Pakistan tidak hanya dirancang untuk menangkis serangan nuklir melainkan juga kemampuan untuk menyerang. Perkiraan itu dibuat karena adanya potensi serangan dari India di wilayah pegunungan Kashmir – lokasi yang menjadi perselisihan kedua negara selama 67 tahun terakhir. Kedua negara sama-sama mengklaim wilayah tersebut menjadi bagian dari teritorinya.

Sebelumnya Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Juli menyebutkan India memiliki jumlah hulu ledak nuklir yang lebih banyak dibanding Pakistan. Jumlahnya diperkiraan antara 130 hingga 140. Akan tetapi, kenyataannya kekuatan nuklir Pakistan justru meningkat pesat.

Dan tentu saja perkembangan itu menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara lain termasuk AS. Apalagi Pakistan dinilai akan menggunakan kekuatan nuklirnya itu ketika berkonflik dengan India. Berdasarkan perkiraan Pakistan saat ini sudah memiliki hulu ledak nuklir antara 140 hingga 150. Dan diperkirakan akan menjadi 220 hingga 250 pada 2025. [KRG]