Ilmuwan Rusia Pecahkan Genom Virus Corona

Ilmuwan Rusia Pecahkan Genom Virus Corona

Ilustrasi: Virus COVID-19 dipotret dengan dengan mikroskop/Rospotrebnadzor/TASS

Koran Sulindo – Ilmuwan Rusia berhasil memetakan dan mengurutkan genom (keseluruhan informasi genetik) pertama virus corona secara lengkap.

“Virus corona ini sesuatu yang baru bagi kita semua. Karena itu, kami perlu mengidentifikasi arah penyebaran, dari mana virus itu masuk ke Rusia, dan seperti apa mutasinya. Informasi ini akan membantu mengembangkan vaksin dan obat untuk melawan virus itu,” kata Dmitry Lioznov, pelaksana tugas kepala Lembaga Riset Influenza Smorodintsev.

Informasi tersebut dikonfirmasi Kementerian Kesehatan Rusia, pada Kamis (19/3/2020) lalu.

Data ini akan segera dikirim ke database Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) supaya ilmuwan dari negara lain dapat mengaksesnya.

Sementara itu, para ilmuwan dari Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi Negara VECTOR di Novosibirsk juga berhasil memotret COVID-19 dengan mikroskop.

Salat di Rumah

Sementara itu Ketua Majelis Spiritual Muslim Rusia, Mufti Moskow Albir Krganov meminta warga muslim Rusia tidak salat berjemaah di masjid untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona. Langkah tersebut diambil untuk mendukung Pemerintah Kota Moskow yang melarang pertemuan dengan lebih dari 50 orang.

“Kami meminta seluruh jemaah, untuk sementara waktu, melaksanakan salat di rumah supaya tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata Albir Krganov, seperti dikutip Interfaks, Senin (16/3/2020).

Krganov mengingatkan ada hadis sahih yang memperbolehkan seorang muslim salat di rumah ketika terjadi wabah penyakit menular.

“Melindungi kesehatan dan kehidupan seorang muslim jauh lebih penting. Ini hanya sementara. Kita semua berharap masalah ini (wabah virus corona) dapat segera teratasi dengan upaya bersama. Namun, untuk saat ini, kita perlu memberlakukan sejumah batasan,” katanya.

Hingga Senin (16/3), ada 93 orang yang terinfeksi virus corona di Rusia. Pemerintah memang belum menetapkan situasi ini sebagai bencana nasional, tetapi telah membatalkan sebagian besar acara yang melibatkan banyak peserta, mengarantina orang-orang yang baru-baru ini datang atau kembali dari negara-negara yang terpapar virus corona selama 14 hari, dan menganjurkan sekolah-sekolah serta perusahaan-perusahaan dan sejumlah organisasi tertentu untuk menerapkan metode bekerja dari rumah/jarak jauh.

Rusia juga resmi memberlakukan larangan masuk sementara bagi warga asing. Meski begitu, ada sejumlah pengecualian terhadap peraturan tersebut. [RED]