Sebuah bangunan runtuh di wilayah Ishikawa setelah gempa dengan magnitudo 7,6 mengguncang Jepang, Senin 1 Januari 2024 - AFP
Sebuah bangunan runtuh di wilayah Ishikawa setelah gempa dengan magnitudo 7,6 mengguncang Jepang, Senin 1 Januari 2024 - AFP

GEMPA DASYAT dengan kekuatan magnitudo 7,6 yang melanda Jepang bagian tengah pada 1 Januari 2024 mengakibatkan dampak serius. Diketahui puluhan bangunan rusak dan gempa disertai dengan tsunami yang menghantam wilayah pesisir.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa mengguncang pada pukul 16.10 waktu setempat atau pukul 14.10 WIB. Pusat gempa berada di wilayah Noto, Prefektur Ishikawa dengan kedalaman 10 kilometer.

Badan Meterologi Jepang menyebut total ada sekitar 20 kali gempa yang dimulai dengan gempa berkekuatan 5,7 skala Richter (SR) pada pukul 16:06 waktu setempat.

Gempa tersebut disusul oleh gempa besar berkekuatan 7,6 SR empat menit kemudian, kemudian gempa berkekuatan 6,1 skala Richter pada pukul 16:18, gempa berkekuatan 4,5 skala Richter pada pukul 16:23, gempa berkekuatan 4,6 skala Richter pada pukul 16:29, dan gempa berkekuatan 4,8 skala Richter. gempa pada pukul 04.32.

Kekuatan gempa yang begitu besar mengakibatkan peringatan dini tsunami dikeluarkan oleh pemerintah dengan prediksi tinggi maksimal gelombang mencapai 5 meter.

“Gelombang tsunami sangat tinggi mendekati pantai. Segera mengevakuasi. Gelombang bisa menerpa berulang-ulang. Lanjutkan evakuasi hingga seluruh peringatan dicabut,” demikian peringatan dari JMA yang dilansih kantor berita NHK Jepang.

Gelombang tsunami pertama, setinggi sekitar 4 kaki dikabarkan telah menghantam pelabuhan Wajima di prefektur Ishikawa sekitar satu jam setelah gempa terjadi. Peringatan tsunami besar yang dikeluarkan segera setelah gempa dahsyat tersebut kemudian diturunkan statusnya menjadi peringatan tsunami.

Namun para pejabat memperingatkan masyarakat untuk tidak mencoba pulang ke rumah, karena gelombang setinggi hingga 3 meter (10 kaki) diantisipasi.

Dampak gempa Jepang

Sebagai akibat dari gempa di Jepang puluhan bangunan runtuh dan menimpa orang-orang didalamnya. Banyak yang terjebak di bawah rumah yang runtuh, menurut pernyataan Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi.

Sebuah mobil terjebak di bawah rumah yang runtuh di kota Shika, prefektur Ishikawa – Reuters

Dia membenarkan, sejumlah bangunan ambruk akibat gempa dan sejumlah orang terjebak di dalamnya. Namun Hayashi belum bisa menyebutkan berapa banyak orang yang terjebak dalam reruntuhan.

“situasinya masih belum jelas,” kata Hayashi.

Sementara itu, dinas pemadam kebakaran memberi pernyataan setidaknya 30 bangunan telah runtuh di Ishikawa, kota Wajima.

Pemerintah Jepang juga memperingatkan warga untuk berhati-hati karena bangunan runtuh masih mungkin terjadi beberapa hari sesudah gempa akibat kuatnya guncangan yang dapat merusak struktur bangunan.

Selain kerusakan bangunan, gempa juga mengakibatkan kerusakan di landasan pacu Bandara Noto, Ishikawa. Akibatnya pihak bandara telah membatalkan semua penerbangan besok.

‚ÄúTelah diputuskan bahwa semua penerbangan dari Bandara Noto besok akan dibatalkan,” jelas otoritas bandara Noto melalui akun X.

Dilaporkan bahwa maskapai penerbangan Jepang ANA telah menghentikan penerbangan menuju Toyama dan Ishikawa, sementara Japan Airlines telah membatalkan sebagian besar layanannya ke wilayah Niigata dan Ishikawa.

Guncangan gempa juga memicu terjadinya kebakaran besar di Wajima. Salah satu video rekaman media lokal menunjukkan api besar melalap bangunan tempat tinggal di Wajima.

Badan meteorologi Jepang menyebutkan gempa berkekuatan 7,6 skala richter tersebut merupakan yang terbesar yang pernah tercatat di Semenanjung Noto di prefektur Ishikawa. Kepolisian setempat menyebut dua orang di Ishikawa meninggal karena menderita serangan jantung akibat gempa.

Sedangkan tim penyelamat masih menyisir puing-puing beberapa rumah untuk mengevakuasi warga yang terjebak reruntuhan. Setidaknya ada enam orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan rumah mereka, jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah. [PAR]