Anjing merupakan salah satu hewan yang paling dekat dengan manusia. Banyak orang memelihara anjing sebagai teman setia, penjaga rumah, hingga pendamping dalam berbagai pekerjaan. Kepintaran, keberanian, serta kesetiaan mereka membuat anjing kerap dipercaya membantu manusia dalam situasi penting, bahkan di medan perang.
Dalam perjalanan sejarah dunia, terdapat sejumlah anjing yang kisahnya begitu terkenal hingga dikenang lintas generasi. Mereka bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan simbol keberanian, pengabdian, dan kesetiaan yang luar biasa. Berikut beberapa anjing legendaris yang meninggalkan jejak besar dalam sejarah.
Stubby, Pahlawan Medan Perang Dunia I
Salah satu kisah paling terkenal tentang keterlibatan anjing dalam peperangan adalah kisah Stubby. Ia merupakan seekor anjing liar campuran Pit Bull Terrier Amerika yang kemudian diangkat oleh tentara Amerika Serikat pada masa Perang Dunia I.
Stubby dikenal karena keberaniannya di medan tempur. Ia ikut terlibat dalam 17 pertempuran bersama pasukan Amerika. Dalam berbagai kesempatan, Stubby membantu para serdadu dengan memperingatkan datangnya serangan gas beracun. Kepekaannya terhadap bahaya membuat banyak nyawa tentara berhasil diselamatkan.
Tidak hanya itu, Stubby juga terkenal karena pernah membantu menangkap seorang mata-mata Jerman. Tindakannya tersebut membuat namanya semakin dikenal di kalangan militer Amerika Serikat.
Atas jasanya, Stubby menjadi anjing pertama dalam sejarah Angkatan Darat Amerika Serikat yang menerima pangkat sersan. Kisahnya kemudian dikenang sebagai simbol keberanian dan pengabdian seekor anjing terhadap manusia di tengah kengerian perang.
Owney, Penjaga Kantong Surat
Berbeda dengan Stubby yang terkenal di medan perang, Owney dikenal sebagai anjing legendaris dunia pos Amerika Serikat. Ia merupakan anjing liar ramah yang awalnya berkeliaran di lingkungan kantor pos sebelum akhirnya menjadi maskot terkenal.
Owney memiliki kebiasaan unik, yakni sangat menyukai kantong surat. Ia selalu mengikuti kantong-kantong pos ke mana pun dibawa. Awalnya Owney hanya mengikuti para pekerja pos ke gerbong surat, namun lama-kelamaan ia mulai menaiki kereta pos dan melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Amerika Serikat.
Perjalanannya bahkan meluas hingga ke Eropa dan Asia melalui kapal uap. Selama bertahun-tahun, Owney setia menemani pengiriman surat dan menjaga kantong-kantong pos tersebut.
Para pekerja pos menganggap Owney sebagai pembawa keberuntungan. Meski perjalanan kereta pos pada masa itu sering mengalami kecelakaan, perjalanan yang ditemani Owney hampir selalu tiba dengan selamat. Karena itu, banyak petugas pos menyematkan medali di kerah Owney sebagai penanda kota atau negara yang telah ia kunjungi.
Kisah Owney kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah layanan pos Amerika dan dikenang sebagai simbol loyalitas serta keberuntungan.
Max, Penyelamat Bocah Hilang di Hutan Australia
Kisah heroik juga datang dari Australia melalui seekor anjing bernama Max. Pada tahun 2018, Max yang telah berusia 17 tahun menjadi perhatian dunia setelah membantu menyelamatkan seorang bocah perempuan berusia tiga tahun bernama Aurora yang hilang di hutan Queensland, Australia.
Aurora dilaporkan hilang dan menghabiskan sekitar 15 jam di tengah kawasan hutan yang dingin. Dalam situasi tersebut, Max tetap setia menemani bocah kecil itu sepanjang malam.
Kesetiaan Max akhirnya membantu nenek Aurora menemukan cucunya dalam keadaan selamat. Berkat tindakan tersebut, Max dipuji banyak orang karena dianggap telah melindungi sang anak dari berbagai kemungkinan buruk di tengah alam liar.
Kisah Max memperlihatkan bahwa naluri melindungi yang dimiliki anjing mampu menjadi penyelamat dalam situasi berbahaya.
Hachiko, Anjing Setia dari Jepang
Salah satu kisah anjing paling menyentuh di dunia adalah kisah Hachiko, seekor anjing ras Akita Inu yang lahir di Jepang pada tahun 1923. Hachiko dikenal luas karena kesetiaannya yang luar biasa terhadap majikannya, Profesor Hidesaburo Ueno dari Universitas Kekaisaran Tokyo.
Profesor Ueno mengadopsi Hachiko pada Januari 1924. Sejak saat itu, Hachiko terbiasa mengantar dan menjemput sang profesor di Stasiun Shibuya setiap hari.
Namun, pada 21 Mei 1925, Profesor Ueno meninggal mendadak akibat pendarahan otak saat sedang mengajar. Meski majikannya tidak pernah kembali, Hachiko tetap datang ke Stasiun Shibuya setiap sore pada waktu kereta biasanya tiba.
Selama sembilan tahun, sembilan bulan, dan 15 hari, Hachiko terus menunggu dengan setia. Pemandangan tersebut membuat masyarakat Jepang tersentuh dan menjadikan Hachiko simbol pengabdian sejati.
Pada 8 Maret 1935, Hachiko ditemukan meninggal dunia di dekat Jembatan Inari, Shibuya. Untuk mengenang kesetiaannya, sebuah patung perunggu Hachiko didirikan di Stasiun Shibuya dan hingga kini menjadi salah satu lokasi ikonik di Jepang.
Kisah Hachiko juga diadaptasi ke dalam berbagai film terkenal, seperti Hachiko Monogatari pada tahun 1987 dan Hachi: A Dog’s Tale pada tahun 2009.
Rin Tin Tin, Anjing Medan Perang yang Menjadi Bintang Film
Rin Tin Tin merupakan salah satu anjing paling terkenal dalam sejarah perfilman dunia. Ia adalah seekor German Shepherd yang diselamatkan dari medan Perang Dunia I oleh seorang tentara Amerika Serikat bernama Lee Duncan pada tahun 1918.
Rin Tin Tin ditemukan di sebuah kandang anjing Jerman yang hancur akibat pengeboman di Flirey, Prancis. Setelah diselamatkan, Lee Duncan melatihnya hingga menjadi anjing yang sangat cerdas dan terampil.
Kemampuan tersebut membawanya menjadi bintang film bisu terkenal pada era 1920-an. Rin Tin Tin membintangi banyak film produksi Warner Bros dan menjadi salah satu aktor hewan paling populer pada masanya. Bahkan, jumlah surat penggemarnya disebut-sebut melebihi banyak aktor manusia saat itu.
Popularitas Rin Tin Tin juga membuat ras German Shepherd semakin dikenal luas di berbagai negara. Setelah anjing asli Rin Tin Tin meninggal pada tahun 1932, nama dan kariernya diteruskan oleh keturunannya dalam berbagai film dan serial televisi hingga tahun 1950-an.
Salah satu keturunannya, Rin Tin Tin III, bahkan membantu melatih anjing-anjing K-9 selama Perang Dunia II.
Hingga kini, Rin Tin Tin dikenang sebagai ikon budaya Amerika sekaligus salah satu anjing paling terkenal di dunia. Ia juga sering disalahartikan dengan Snowy atau Milou, anjing kecil jenis Fox Terrier dalam komik Petualangan Tintin, padahal keduanya merupakan tokoh yang berbeda sama sekali. [UN]