Puti Guntur Soekarno Ikut Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018

Puti Guntur Soekarno Ikut Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018

72
BERBAGI
Puti Guntur Soekarno

Koran Sulindo – Bertepatan dengan Hari Kelahiran Bung Karno, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri atau lebih dikenal sebagai Puti Guntur Soekarno mendaftar ke Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Barat, 6 Juni 2017, untuk menjadi calon Kepala Daerah Jawa Barat pada pemilihan tahun 2018. Puti adalah cucu pertama Bung Karno. Perempuan yang lahir di Jakarta pada 26 Juni 1971 ini adalah putri dari pasangan Guntur Soekarnoputra dan Heni Guntur Soekarno.

Dalam pandangannya, Provinsi Jawa Barat merupakan daerah penting dalam konstelasi politik di Indonesia. Itulah alasannya ia mendaftar. “Penduduk Jawa Barat juga sangat besar dan menentukan politik di Indonesia,” tutur Puti di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang, Bandung.

Puti sendiri bukan pendatang baru dalam dunia politik. Ia telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat selama dua periode, dari 2009-2014 dan 2014-2019. “Ini bagian pengabdian, sudah mendapatkan penugasan selama dua periode di DPR RI. Tentunya, sebagai kader PDI Perjuangan, saya ingin mengabdikan diri saya ke daerah yang lebih luas lagi,” tuturnya.

Ia termasuk wakil rakyat yang rajin mengunjungi warga di daerah pemilihannya, Jawa Barat X. Karena itu, bisa dikatakan, ia dekat dengan masyarakat Jawa Barat dan mengetahui berbagai masalah yang ada di provinsi tersebut.

Menurut Puti, yang harus dioptimalkan dari Jawa Barat sekarang ini adalah kualitas pendidikan dan infrastruktur pembangunan. “Pembangunan manusia dan infrastruktur sangat penting di Jawa Barat,” ujarnya.

Puti berjanji akan menjalankan tugas dengan tuntas jika DPP PDI Perjuangan merekomendasikan dirinya sebagai calon Kepala Daerah Jawa Barat. Bahkan, jika disandingkan dengan figur mana pun, ia akan mengikuti arahan DPP PDI Perjuangan. “Saya tidak mau berandai dengan siapa. Saya tunduk dengan apa yang diputuskan partai. Sebagai kader, apa yang diputuskan partai, harus menjalankan itu,” katanya. [CEP]