Polisi: Bom Kampung Melayu terkait Teror Global

Polisi: Bom Kampung Melayu terkait Teror Global

35
BERBAGI
Ilustrasi

Koran Sulindo – Serangan bom bunuh diri yang menyebabkan 5 orang tewas dan 9 orang lainnya luka-luka di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam, diduga ada kaitannya dengan serangan teror di beberapa negara seperti di Manchester, Inggris dan Marawi, Filipina.

“Menurut saya ini serangan global ada kaitannya dengan bom-bom secara global. Rekan-rekan tahu ada kejadian global di Manchester ketika ada show Ariana Grande. Lalu di negara Filipina dari kelompok ISIS menyerang Marawi,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di lokasi.

Seperti diberitakan, bom meledak pada pukul 20.45 WIB, saat masyarakat lalu-lalang hendak pulang kerja. Diduga target serangan bom adalah anggota kepolisian karena pada saat bersamaan, polisi dari Satuan Sabhara Polda Metro Jaya sedang melakukan pengamanan pawai jelang Ramadan.

Dua bom kemudian meledak berselang 10 menit. Bom pertama yang berada di parkiran motor belakang halte Transjakarta, menurut warga di sekitar lokasi ledakannya cukup keras. Kemudian disusul ledakan kedua yang tidak begitu kencang.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan salah satu korban yang gugur adalah anggota Polda Metro Jaya, Bripda Topan. Sedangkan empat lainnya adalah rekan dari anggota kepolisian. “Anggota lagi tugas pengamanan pawai di Kampung Melayu,” kata Syafruddin, di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua ledakan dahsyat di Terminal Kampung Melayu dekat halte busway. Ledakan pertama terjadi di tempat parkiran motor, dimana para anggora polisi berada. Sementara ledakan kedua ditempat parkir angkutan Mikrolet M01 jurusan Senen-Kampung Melayu.

Ledakan pertama cukup keras dan kemudian bom susulan berselang waktu 10 menit. “Ledakan pertama paling keras, kaki, tangan dan kepala pada mental. Kemudian 10 menit ledakan kedua. Kirain saya petasan pas bom kedua baru tahu ternyata bom,” kata saksi Iwan sopir angkot M01.

Pantauan Koran Sulindo, teror bom tersebut juga meluluhlantakkan kaca halte Transjakarta. Polisi kemudian memasang garis polisi 100 meter dari lokasi. [YMA]