Perempuan Arsitek Kelahiran Irak Diganjar Medali Emas Kerajaan Inggris

Perempuan Arsitek Kelahiran Irak Diganjar Medali Emas Kerajaan Inggris

63
BERBAGI
Zaha Hadid. Foto: bbc.co.uk

Sulindomedia – Perempuan arsitek kelahiran Irak, Zaha Hadid, memperoleh Medali Emas Kerajaan Inggris, Royal Gold Medal dari Royal Institute of British Architects. Hadid diganjar penghargaan itu karena karya-karyanya di jagat arsitektur. Rancangan arsitektur Zaha Hadid antara lain Heydar Aliyev Centre in Baku, Aquatics Centre London, yang dibangun untuk Olympiade 2012, dan Maxxi Museum di Roma.

“Sangat bangga… menjadi perempuan pertama yang dianugerahi penghargaan ini untuk karya-karyanya sendiri,” ujarnya sebagaimana diberitakan BBC Indonesia.

Sebelumnya memang ada juga dua perempuan yang mendapat medali emas itu, Ray Kaiser Eames dan Patricia “Patty” Hopkins, namun keduanya mendapat ganjaran itu tandem dengan suami-suami mereka: Charles Eames dan Sir Michael Hopkins.

Tahun 2012, Hadid dianugerahi gelar ningrat Dame oleh Ratu Inggris. Ratu Elizabeth II secara pribadi turut memilih Hadid sebagai pemenang Royal Gold Medal.

Dame Zaha mengatakan saat menerima penghargaa itu, “Sekarang sudah lebih banyak perempuan arsitek mapan, tak berati semuanya mudah [untuk perempuan]. Kadang, tantangannya sangat besar. [Namun] terjadi perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir dan kita akan melanjutkan kemajuan itu.”

Meninggalkan Irak di usia 17 untuk studi di Inggris, Zaha Hadid membangun kantornya sendiri tahun 1979 di London. Karya-karya Zaha lainnya termasuk Serpentine Sackler Gallery di London, Riverside Museum diMuseum Transportasi Glasgow, dan Guangzhou Opera House in China.

Tahun lalu, pemerintah Jepang membatalkan rencana untuk membangun stadion futuristik rancangan Zaha Hadid untuk Olympiade 2020 Tokyo dan memutuskan untuk membangun stadion yang lebih kecil dan lebih murah.

Zaha Hadid sebelumnya sudah dua kali memenangankan Riba Stirling Prize, anugerah asitektur Inggris paling bergengsi. Anugerah itu ia peroleh tahun 2010 untuk Museum Maxxi di Roma dan tahun 2011 untuk Evelyn Grace Academy di Brixton. Tahun 2004, ia menjadi perempuan pertama yang memenangkan Pritzker Architecture Prize.

Pada 2015 lalu, Heydar Aliyev Centre di Baku, Azerbaijan yang ia rancang memenangkan Design Museum Design of the Year Award . Hadid juga merupakan perempuan pertama yang memenangkan hadiah itu.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang juga seorang arsitek terkemuka, pernah menyebut-nyebut namanya dalam rencana pembangunan Gedung Kesenian Bandung. [BBC/PUR]