Hasto: PDI Perjuangan tak Mungkin Ingkari Sejarah dan Kultur Jawa Timur

Hasto: PDI Perjuangan tak Mungkin Ingkari Sejarah dan Kultur Jawa Timur

21
BERBAGI
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di acara Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) di Sumenep, Jumat (11/8/2017)/pdiperjuangan-jatim.com.

Koran Sulindo – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan figur yang akan diusung menjadi calon gubernur Jawa Timur dalam Pilkada Jawa Timur 2018 cenderung dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

“PDI Perjuangan tidak mungkin mengingkari sejarah, kultur, dan kondisi riil di Jawa Timur. NU dan kadernya memiliki peran penting dan strategis di Jawa Timur,” kata Hasto,  di Sumenep, Madura, Jumat (11/8) malam, seperti dikutip Antaranews.com.

Hasto di Sumenep memberikan pengarahan dalam Rakor DPC-PAC PDI Perjuangan se-Madura.

Dalam Rakor itu Hasto mengupas sejarah dan pengaruh NU dan kadernya di Jatim. Ia juga menceritakan kedekatan Bung Karno dengan para kiai sepuh dan tokoh NU.

“Kami di PDI Perjuangan tidak akan menjadi generasi yang lupa akan sejarah. Kami akan mendengarkan secara seksama masukan-masukan dari tokoh NU tentang Pilkada Jawa Timur 2018, termasuk figur yang layak diusung,” katanya.

PDIP terus mengintensifkan komunikasi dengan pimpinan sejumlah partai politik lain, melakukan survei secara berkala sekaligus mengevaluasi hasilnya, memantau dan memetakan politik, dan mendengarkan masukan-masukan dari tokoh NU.

“Di internal kami, dialog tentang figur yang layak dan kapabel untuk menjadi kandidat Pilkada Jatim 2018 terus dilakukan hingga sekarang. Kami ingin memilih figur terbaik dari yang baik,” katanya.

Penentuan akhir tentang figur yang akan diusung sebagai kandidat Pilkada Jawa Timur 2018 merupakan kewenangan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Nama Mengerucut

Hasto juga mengatakan nama kandidat makin mengerucut.

“Untuk nama memang makin mengerucut. Namun, ada waktunya bagi kami untuk mempublikasikan kandidat yang akan kami usung sebagai kandidat di Pilkada Jatim 2018,” kata Hasto, di sela menghadiri acara Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) di Sumenep, Jumat, seperti dikutip pdiperjuangan-jatim.com.

Saat ini PDIP masih terus mendengarkan masukan dan saran dari berbagai elemen dan tokoh masyarakat di Jatim sebelum menetapkan kandidat yang akan diusung di Pilkada Jatim 2018. [DAS]