Emir Moeis: SBY Mau Dukung Jokowi karena Satu Visi atau Pragmatisme Politik?

Emir Moeis: SBY Mau Dukung Jokowi karena Satu Visi atau Pragmatisme Politik?

334
Pendiri dan Pemimpin Umum Koran Suluh Indonesia Emir Moeis

Koran Sulindo – Presiden Joko Widodo menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3). Dalam kesempatan itu, Ketua Umuim Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sinyal untuk mendukung Jokowi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2019. “Jika Allah S.W.T., Tuhan yang Mahakuasa, menakdirkan, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama Bapak,” kata SBY dalam pidatonya.

Lebih lanjut SBY mengatakan, Jokowi tentu sangat memahami, sebagaimana pengalaman SBY di Pilpres 2004 dan Pilpres 2009, perjuangan bersama apa pun namanya, apakah koalisi, berhasil jika kerangka perjuangannya tepat. “Visi dan misi platform pemerintahan Indonesia di 2019-2024 juga tepat jika disusun secara bersama. Tentu, Partai Demokrat ikut menjadi bagian dalam menyusun agenda dan platform ke depan,” ujar SBY.

Koalisi juga, menurut SBY lagi, akan berhasil jika dalam perjuangannya bersama-sama menenangkan pilpres solid dan kuat. “Sebuah koalisi insya Allah berhasil dalam perjuangannya haruslah solid dan kuat. Tak kalah penting, antara partai-partai koalisi haruslah saling percaya dan saling permanen, muncul respect dan trust,” katanya. “Ini sangat penting. Koalisi adalah masalah hati. Kita bersama-sama bersedia untuk berkoalisi dengan satu sama lain, Partai Demokrat siap untuk membangun koalisi seperti itu.”

Partai Demokrat, tambahnya, tidak ingin memberikan banyak janji jika berhasil mengikuti Pemilu 2019. “Hal-hal baik dulu akan kami perjuangkan untuk dilanjutkan. Hal-hal baik di pemerintahan Bapak Jokowi perlu dilanjutkan dan ditingkatkan,” kata SBY.

Namun, kesungguhan SBY dalam pidatonya itu masih diragukan politisi senior PDI Perjuangan Emir Moeis. “Mau dukung karena memang satu visi atau karena pragmatisme politik?” tutur Emir, Sabtu sore.

Selain itu, menurut penilaian Emir, jumlah partai pendukung juga tidak begitu menentukan kemenangan suatu calon. “Yang menentukan kemenangan tetap rakyat. Karena itu, Presiden Jokowi teruslah bekerja untuk menyejahterakan rakyat, membuat maju bangsa ini. Rakyatlah yang akan menentukan Pak Jokowi akan menjadi presiden lagi atau tidak. Janganlan terlalu yakin koalisi partai akan berperan besar dalam menentukan kemenangan,” kata Pendiri dan Pemimpin Umum Koran Suluh Indonesia itu. Emir juga mengingatkan bagaimana kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, walau survei mengatakan elektabilitas Ahok tinggi, hampir 60%, dan tingkat kepuasan masyarakat atas kepemimpinan Ahok-Djarot mencapai 72% serta didukung banyak partai.

“Karena itu, para pendukung Jokowi selama ini jangan lengah, terutama kader PDI Perjuangan. Lakukanlah kerja-kerja politik yang cerdas serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.  Apalagi, sekarang ini juga kita punya banyak anak muda yang secara intelektual, penampilan, dan punya bakat kepemimpinannya bagus, yang berpotensi menjadi kandidat presiden. Jadi, jangan sampai kecolongan,” tutur Emir. [PUR]