Tokoh

Tokoh

Haji Misbach: Sang Mubalig Merah

Koran Sulindo - Misbach lahir di lingkungan keluarga muslim saleh di Kauman Surakarta (kini Jawa Tengah) tahun 1876. Orang tuanya pengusaha batik yang sukses....

Cipto Mangunkusumo dan Bintang Orde Van Orange Nassau di Pantat

Koran Sulindo - Daya tarik utama anak itu adalah cerdas, bandel, rajin, serius, dan suka kebebasan. Saat belajar menjadi dokter Jawa di STOVIA, guru-guru...

Surachman, Nasionalis yang Terlupakan

Koran Sulindo - Bagaikan lautan manusia, sekitar 100 ribu orang memenuhi Stadion Senayan. Hari itu, 4 Juli 1965, Partai Nasionalis Indonesia (PNI) menggelar miladnya....

Manai Sophiaan: Nasionalis dan Anjing Belanda

Koran Sulindo - Suatu hari, ketika masih remaja di Makassar, Manai Sophiaan mendapatkan pengalaman yang menimbulkan pemberontakan permanen dalam jiwanya. Sore itu, sepulang bermain...

Wartawan, Pejuang Kemerdekaan, Perempuan

Koran Sulindo - Sejarah pers Indonesia tak hanya diisi para lelaki, kaum perempuan juga berjuang. Ini beberapa nama: Rohana Koedoes Rohana Koedoes dilahirkan pada 20 Desember...

Sarmidi Mangunsarkoro: Nasionalis Radikal, Disegani Kawan dan Lawan

Koran Sulindo - Tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan, dinamika perpolitikan nasional bergerak cepat. Soekarno, selaku Presiden Republik Indonesia dan tokoh utama pergerakan kebangsaan, menginginkan...

Kembalinya Putra Sang Fajar

Koran Sulindo - Soekarno tatau Bung Karno. Adalah sebuah nama yang sungguh luar biasa. Seluruh dunia kagum, lawan-lawan panik. Soekarno dengan pikiran-pikiran orisinalnya menemukan...

Nani Wartabone: Petani Nasionalis Pemberani dari Gorontalo

Koran Sulindo - Bendera Merah-Putih berkibar di muka kantor pos di pusat Kota Gorontalo, di depan rumah Asisten Residen Korn, di depan asrama kantor...

Supeni, Pemeluk Teguh Soekarnoisme

Koran Sulindo - Tak lama setelah pembunuhan para jenderal pada dinihari 1 Oktober 1965, Supeni ditugasi Ketua Umum Partai Nasional Indonesia (PNI), Mr Sartono,...

Sukarnoisme, Suatu Ujian Sejarah

Koran Sulindo - Sukarnoisme bukan penamaan Bung Karno! Kalau tak salah ingat B.M. Diah-lah yang menggunakannya untuk pertama kali. Menulis B.M. Diah dalam harian...